News & Blog

CJioR8hUcAAYMcO

BDNVI7vCMAA2QBQ.jpg large

detikTravel Community – Mendaki gunung menjadi favorit para petualang, terutama bagi anak muda. Sayangnya, masih ada saja yang suka buang sampah sembarangan selama pendakian!

Mendaki gunung menjadi salah satu olah raga yg sedang ramai-ramainya diminati oleh anak muda di Indonesia. Tak jarang, saat ini banyak muncul pendaki dadakan yang sekedar ingin foto keren untuk di unggah di sosial media agar tambah eksis.

Mendaki gunung sebenarnya tidak hanya ingin tampak keren, jadi asal sampai puncak, sudah merasa paling keren.

Sebagai pendaki, kita tidak hanya dituntut punya fisik yg kuat, tapi juga kemampuan survival di alam liar. Sebab, gunung bisa jadi sahabat bagi pendaki yang juga bissa menjadi alam liar berbahaya. Selain itu kita sebagai pendaki kita harus memiliki kepedulian terhadap alam, teman satu tim bahkan orang lain yg kita temui di gunung. Poin terakhir paling penting.

Ramainya pengunjung di semua gunung menjadikan fenomena ‘banyak pendaki = banyak sampah’. Artinyaa, masih banyak pendaki yang belum sadar diri dan peduli terhadap kelestarian alam. Memetik daun saja tidak boleh, apalagi meninggalkan sampah.

Sedih sekali melihat gunung yang seharusnya bersih dari sampah, malah terlihat seperti TPS (tempat pembuangan Sampah). Ini beberapa foto yang saya ambil di Gunung Rinjani di Lombok dan Gunung Prau di Jawa Tengah. Miris melihatnya.

Sebagai pendaki, seharusnya bisa menjaga alam agar tetap besih. Bawa kembali turun sampahmu, karena gunung bukan tempat sampah. Jika tidak mau membawa turun sampah lebih baik jangan mendaki. Salam Lestari.

Sumber: https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-3384259/gunung-bukan-tempat-sampah/1

consina-golden-ticket

consina-golden-ticket

Fasttravel banner

1. KETENTUAN ANAK-ANAK NAIK PESAWAT LION AIR, WINGS AIR, BATIK AIR, MALINDO AIR :

Usia anak-anak :

Bayi berusia kurang dari 2 tahun (24 bulan) pada saat penerbangan.Maskapai berhak tidak mengangkut bayi yang usianya kurang dari 2 (dua) hari.Bayi berusia antara 3 (tiga) dan 7 (tujuh) hari harus memiliki Surat Keterangan Medis (terbit setidaknya 72 jam sebelum jam keberangkatan) dari dokter yang menyatakan bayi dalam keadaan sehat untuk perjalanan udara.Orang tua bayi harus menandatangani Formulir Ganti Rugi yang membebaskan maskapai dari pertanggungjawaban sekiranya terjadi apa-apa dengan bayi selama penerbangan.Lion Air tidak menyediakan kursi yang disediakan khusus untuk bayi.Anak-anak diklasifikasikan sebagai umur 2-12 tahun dan tidak boleh terbang tanpa orang dewasa.Anak-anak di atas usia 2 tahun dikenakan tarif yang sama dengan penumpang dewasa.

Tarif bayi : Sekitar 20% dari tarif dewasa.
Bagasi bayi : Tidak ada.

2. KETENTUAN ANAK-ANAK NAIK PESAWAT SRIWIJAYA AIR, NAM AIR :

Usia anak-anak :

Untuk usia kehamilan di atas 28 minggu, penumpang diwajibkan menyertakan surat keterangan medis yang menyatakan bahwa penumpang fit secara medis untuk melakukan penerbangan. Penumpang juga akan diminta mengisi formulir pertanggungan resiko Form of Indemnity (FOI).Bayi di bawah usia 2 hari tidak diperkenankan dalam penerbangan, sedangkan bayi usia antara 3 sampai 7 hari harus disertai dengan surat keterangan medis yang menyatakan bahwa bayi tersebut fit secara medis untuk melakukan penerbangan. Surat keterangan medis tersebut diterbitkan setidaknya 72 jam sebelum jam keberangkatan.Kategori bayi adalah di bawah 2 tahun dan orang tua bayi harus menandatangani formulir pertanggungan resiko (FOI).Lingkar pinggang bayi tidak boleh melebihi 40 cm dan kepala bayi tidak lebih tinggi dari hidung bawah pemangku.Anak-anak di atas usia 2 tahun dikenakan tarif yang sama dengan penumpang dewasa. Usia anak-anak adalah 2-12 tahun.

Tarif bayi : Sekitar 10% dari tarif dewasa.
Bagasi bayi : Tidak ada.

3. KETENTUAN ANAK-ANAK NAIK PESAWAT GARUDA INDONESIA :

Usia anak-anak :

Bayi berusia di bawah 2 tahun (24 bulan) saat penerbangan.Bayi berusia di bawah 7 hari setelah dilahirkan tidak direkomendasikan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang Garuda Indonesia. Bayi prematur dapat terbang dengan melengkapi Medical Information (MEDIF) dan laporkan kondisi tersebut pada petugas darat.Bayi harus disertai dengan seorang pendamping dewasa yang memangku bayi tersebut.Pendamping tersebut harus bepergian pada penerbangan yang sama, di kelas yang sama, dan untuk tujuan yang sama dengan bayi.Satu bayi wajib didampingi oleh satu penumpang dewasa yang mengambil tanggung jawab penuh atas bayi.Bayi dapat menggunakan fasilitas Baby Basinet yang disediakan oleh Garuda di dalam pesawat (selama masih tersedia), namun pada saat lepas landas, mendarat dan kondisi turbulensi, bayi wajib dipangku.Awak kabin akan membantu penggunaan sabuk pengaman khusus bagi bayi. Selain itu juga disediakan pelampung khusus bagi bayi yang akan dikumpulkan kembali setelah mendarat. Pelampung tersebut hanya digunakan pada saat kondisi darurat.

Tarif bayi: Sekitar 20% dari tarif dewasa.
Bagasi bayi: gratis 10 kg.
Stroller di kabin: Tidak diizinkan.

4. KETENTUAN ANAK-ANAK NAIK PESAWAT CITILINK :

Usia anak-anak :

Bayi berusia di bawah 2 tahun (24 bulan) saat penerbangan.Bayi harus dipangku penumpang dewasa, satu orang dewasa hanya boleh membawa satu bayi.

Tarif bayi : Sekitar 20% dari tarif dewasa.
Bagasi bayi : Tidak ada.
Stroller di kabin : Tidak diizinkan.

5. KETENTUAN ANAK-ANAK NAIK PESAWAT AIR ASIA :

Usia anak-anak :

Bayi berusia di bawah 2 tahun (24 bulan) saat penerbangan.Bayi harus dipangku penumpang dewasa, satu orang dewasa hanya boleh membawa satu bayi.

Tarif bayi : Rp 150.000
Bagasi bayi : Tidak ada.
Stroller di kabin: Tidak diizinkan.

6. KETENTUAN ANAK-ANAK NAIK PESAWAT TIGER AIRWAYS

Usia anak-anak :

Bayi berusia kurang dari 7 (tujuh) hari tidak diizinkan ikut dalam penerbangan.Bayi harus dipangku penumpang dewasa (berusia 18 tahun atau lebih), satu orang dewasa hanya boleh membawa satu bayi.Anak-anak di atas usia 2 tahun diharuskan memiliki konfirmasi booking dan tempat duduk terpisah sendiri seperti layaknya orang dewasa.

Tarif bayi : Rp 150.000. Jika ingin book tempat duduk sendiri untuk bayi, maka dikenakan tarif tiket dewasa.
Bagasi bayi : Tidak ada.
Stroller dan kursi bayi di kabin: Tidak diizinkan.

7. KETENTUAN ANAK-ANAK NAIK PESAWAT EXPRESS AIR

Usia anak-anak :

Bayi berusia kurang dari 7 (tujuh) hari tidak diizinkan ikut dalam penerbangan.Bayi harus dipangku penumpang dewasa (berusia 18 tahun atau lebih), satu orang dewasa hanya boleh membawa satu bayi.

Tarif bayi : Rp 150.000.
Bagasi bayi : Tidak ada.

8. KETENTUAN BAYI NAIK PESAWAT KALSTAR AVIATION

Usia anak-anak :

Anak-anak dikategorikan sebagai usia 2-12 tahun.

Tarif bayi : Rp 50.000 – Rp 200.000 tergantung rute penerbangan.
Bagasi bayi : Tidak ada.

IMG_1415
wsw – detikTravel

Wonosobo – Petualang sejati pasti pernah menyambangi 5 gunung keren berikut. Siapa tahu setelah naik gunung ini cinta bisa bersemi antar sesama petualang.

5 Gunung berikut identik dengan anak muda dan kerap jadi lokasi selfie petualang ganteng dan cantik. Tersebar dari mulai sebelah barat hingga timur Pulau Jawa, traveler layak mengunjungi gunung berikut untuk berikhtiar mencari cinta sejati.

Dihimpun detikTravel Kamis, (11/2/2016) inilah 5 gunung keren untuk mencari cinta sesama petualang:

1. Gunung Prau

(Ari Dolga/d’Traveler)

Gunung pertama yaitu Gunung Prau di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Gunung satu ini memang menawarkan pemandangan indah yang tak ada duanya. Namun jangan lupakan juga, Gunung Prau kerap juga didaki muda-mudi dari berbagai penjuru Indonesia.

Siapa tahu sehabis menaki gunung setinggi 2.565 mdpl ini, traveler bisa menemukan cinta sejati. Menemukan pasangan yang memiliki hobi sama, yaitu naik gunung pastilah menyenangkan! Bisa jadi naik gunung bareng di lain kesempatan.

2. Gunung Semeru

(Ardi Rimbawan/d’Traveler)

Beranjak ke timur, traveler bisa menuju ke Gunung Semeru. Gunung tertinggi di pulau Jawa ini mulai naik pamor beberapa tahun ke belakang. Bila musim liburan, tak jarang area perkemahan dipenuhi traveler dari berbagai daerah di Indonesia

Jika sudah begitu, saatnya mencoba untuk membuka diri dan berkenalan dengan pendaki lain. Dari sekadar pertemanan biasa, siapa tahu cocok dan berlanjut ke hubungan cinta?

3. Gunung Papandayan

(Jamal Mahfudz/d’Traveler)

Berikutnya ada Gunung Papandayan yang menawan. Gunung yang terletak di Garut ini biasanya dijadikan tujuan bagi para pendaki pemula. Tak jarang banyak pendaki kece yang bisa ditemukan di sini.

Saatnya mencoba mengakrabkan diri dengan pendaki lain, karena tidak ada salahnya berikhtiar untuk mendapatkan cinta sejati. Kalau sudah jodoh, pasti ada jalannya untuk bertemu.

4. Gunung Bromo

(Rangga/detiktravel)

Selanjutnya, ada Gunung Bromo di Jawa TImur yang bisa traveler singgahi demi mencari cinta. Gunung dengan pemandangan sunrise juara ini selalu ramai dipadati wisatawan. Tentu saja itu bisa dimaknai sebagai peluang untuk mendapatkan pasangan.

Jangan sungkan untuk mengajak berkenalan dan mengobrol dengan orang baru. Langkah awal untuk mendapat pasangan memang membuka diri dan akrab terhadap semua orang. Coba saja!

5. Gunung Gede

(Seno Wibowo/d’Traveler)

Terakhir, kembali ke Jawa Barat, ada Gunung Gede yang jadi pemberhentian untuk mencari cinta. Gunung ini banyak dikunjungi wisatawan saat musim liburan atau akhir pekan. Pemandangannya yang indah jadi sajian utama.

Tak hanya itu, suasana romantis hadir saat traveler melihat padang savana berisi rimbunan tanaman edelweis terhampar. Siapa tahu diberi kesempatan untuk bertemu tambatan hati di gunung ini. Pastinya akan jadi momen romantis saat dihabiskan di Alun-alun Surya Kencana berdua. (wsw/fay)

Sumber:
http://travel.detik.com/read/2016/02/11/113100/3139331/1519/5-gunung-keren-untuk-mencari-cinta-sesama-petualang
IMG_1428

IMG_1439_Resize

KOMPAS.com – Mendaki gunung jangan dianggap enteng. Perlu persiapan khusus. Menganggap remeh persiapan bisa berakibat fatal. Kalau Anda ingin mendaki gunung, cobalah simak tips di bawah ini.

1. Mengecek Dahulu Lokasi Pendakian. Sebelum untuk memulai pendakian Anda disarankan mengecek dahulu lokasi pendakian dan mengetahui track pendakian. Apakah keadaan gunung saat itu dalam kondisi baik untuk didaki atau kondisi gunung siaga satu dan tidak layak untuk didaki. Mengecek track pendakian melalui internet atau pun bertanya kepada teman yang sudah hafal track pendakian itu juga penting dilakukan agar kita siap menghadapi track yang akan kita lalui nanti.

2. Olahraga Minimal Sebulan Sebelum Pendakian. Olahraga sebelum memulai pendakian sangat  penting untuk dilakukan karena biasanya untuk mendaki gunung dibutuhkan stamina yang kuat. Medan yang tidak biasa, semakin tinggi lokasi, semakin tipis oksigen yang tersedia untuk mendaki gunung.

3. Bawa Barang yang Penting Saja. Pilihlah barang apa saja yang penting untuk dibawa ketika naik gunung. Membawa barang yang belum tentu digunakan di gunung, hanya akan menambah beban tas dan bisa menghambat pendakian, misalnya boneka.

4. Sleeping bag dan Tenda. Untuk perlengkapan tidur diperlukan tenda dan sleeping bag . Bawalah tenda yang baik dan sarung tidur (sleeping bag). Sleeping bag mampu menutupi seluruh tubuh dengan baik, kecuali bagian kepala atau muka. Hawa dingin dari tanah yang kita tiduri sering kali masih terasa, kendati sudah memakai kantung tidur.

Untuk menanggulanginya, tanah yang ditiduri dialasi dulu dengan plastik atau daun-daunan. Matras yang banyak dijual di pasaran akan baik sekali bila digunakan sebagai alas. Matras yang praktis adalah yang bisa dilipat dan digelembungkan dengan tiupan mulut. Matras yang terbuat dari karet busa juga pilihan yang baik karena kemampuannya menyekat hawa dingin dari tanah.

5. Membawa Jaket/Pakaian Hangat. Jaket atau pakaian hangat yang berbahan katun atau wol adalah pilihan baik untuk mendaki gunung. Dan ingat jangan membawa jaket atau pakaian yang berbahan jeans karena bahan ini memang nampak kuat dan praktis, tetapi sulit sekali kering apabila basah.

6. Memakai Ransel (carrier). Carrier atau tas besar adalah perlengkapan utama dalam pendakian. Carrier ini berguna untuk menampung seluruh perbekalan dan peralatan yang akan di bawa dalam pendakian.

7. Memakai Sepatu Hiking. Kegiatan utama dalam mendaki gunung adalah berjalan dan perlindungan terhadap kaki harus benar-benar diperhatikan. Kaki harus terlindung agar tidak terluka di sepanjang perjalanann. Sepasang sepatu hiking sangat tepat untuk perlindungan kaki saat pendakian. Jangan memilih sepatu yang mudah tergelincir, misalnya karena solnya dari kulit.  Sepatu hiking atau sepatu tentara yang banyak di jual di toko sepatu merupakan pilihan yang baik untuk mendaki gunung.

8. Perlengkapan Memasak dan Makanan. Perlengkapan memasak dan makanan yang cukup adalah salah satu perlengkapan yang harus di bawa pada saat melakukan pendakian. Memasak dengan kayu bakar memang dapat dilakukan tapi sangatlah sulit memasak menggunakan kayu bakar di gunung. Sebaiknya pendaki membawa kompor yang praktis untuk digunakan seperti kompor gas portable. Pendaki sebaiknya membeli beberapa cadangan isi ulang yang cukup untuk kompor gas portable. Sebagai wadah untuk memasak, pilihlah panci yang kecil dan praktis.

9. Perlengkapan obat P3K. Perlengkapan obat P3K adalah perlengkapan yang harus dibawa pendaki. Sebaiknya bawalah peralatan medis, seperti obat sakit kepala, obat anti mabuk, minyak angin obat merah, perban, dan obat-obat khusus bagi penderita penyakit tertentu.

10. Jas Hujan. Alat ini sangat diperlukan terutama untuk mengantisipasi jika turun hujan saat pendakian. Sebab seringkali cuaca di gunung kurang bersahabat dan turun hujan yang cukup lebat.

Terakhir, perhatikan kesiapan mental Anda sedang fit atau tidak untuk melakukan pendakian. Juga perhatikan kesiapan fisik Anda. Selamat mendaki gunung!

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2012/01/27/11220627/tips.mendaki.gunung.untuk.pemula

Penulis : Endang
Editor : I Made Asdhiana